Hadapi Tantangan Global, Berikut Harapan Bapanas ke Pelaku Industri Gula

- 29 Juni 2024, 14:10 WIB
Ilustrasi - Pekerja memasukan gula ke dalam karung menggunakan mesin di Pabrik Gula (PG) Jatitujuh, di Majalengka, Jawa Barat, Selasa (11/6/2024). ANTARA/Harianto
Ilustrasi - Pekerja memasukan gula ke dalam karung menggunakan mesin di Pabrik Gula (PG) Jatitujuh, di Majalengka, Jawa Barat, Selasa (11/6/2024). ANTARA/Harianto /

Arief mengatakan, perlunya berbagai langkah antisipasi untuk menyikapi ketidakpastian ekonomi global, konflik geopolitik, dan dampaknya terhadap ekonomi nasional maupun regional pernah diingatkan Presiden Joko Widodo di Februari 2024.

Untuk itu, Arief meminta adanya forum '6th Meeting of ASA’ harus dapat menjadi ajang tukar gagasan dan membuahkan rancangan strategi untuk eskalasi industri pergulaan skala regional Asia Tenggara.

Ia mengungkapkan bahwa perlu adanya pembahasan perkembangan pasar dan produksi gula dan nongula. Lalu perkembangan kebijakan terkait etanol atau produk turunan lainnya untuk optimasi utilisasi tebu pada bidang lain serta bagaimana tentang kebijakan World Trade Organization (WTO) yang terkini.

"Tentang penelitian juga, karena ini merupakan kesempatan bagi kita semua untuk bertukar informasi dan menyusun strategi penguatan industri gula,” ujarnya.

Baca Juga: Berikut Efek Akibat Mengonsumsi Asupan Gula Berlebihan

Terkait kondisi gula konsumsi di Indonesia, sebagaimana proyeksi neraca pangan Bapanas, perkiraan produksi gula nasional masih berkisar 2,384 juta ton.

Sedangkan, estimasi kebutuhan setahun konsumsi gula di Indonesia berkisar di 2,933 juta ton, sehingga masih ada minus sekitar 549 ribu ton.

Dalam peningkatan daya saing industri gula, kata Arief lagi, Asosiasi Gula Indonesia (AGI) dan ASEAN Sugar Alliance (ASA) perlu terlibat aktif dalam memberikan rekomendasi dan saran kepada pemerintah.

"Tentu ada banyak tantangan yang memerlukan penyelesaian, misalnya peningkatan produksi, memperkuat penelitian untuk varietas tebu unggul, produktivitas tebu dan tingkat pemulihan gula,” ujar Arief.

Ia mengaku optimistis jika AGI dan ASA dapat secara efektif mengatasi tantangan tersebut dan mempelopori industri gula menuju masa depan yang lebih cerah dan sejahtera. ***

Halaman:

Editor: Yulianto

Sumber: Antara


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah