Jakarta Terapkan Zona Prioritas untuk Penerimaan Murid SD

- 27 Mei 2024, 16:35 WIB
Ini aturan baru PPDB Jakarta 2024 terkait jalur Zonasi
Ini aturan baru PPDB Jakarta 2024 terkait jalur Zonasi /Pexels

Mitra Jakarta - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang SD Tahun Pelajaran 2024/2025 di Provinsi DKI Jakarta segera dibuka. Pendaftaran melalui laman ppdb.jakarta.go.id.

Wakil Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Purwosusilo saat rapat kerja dengan Komisi E DPRD Provinsi Jakarta menyatakan, bahwa terdapat zona prioritas untuk Calon Peserta Didik Baru (CPDB) pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2024 tingkat SD bagi mereka yang tinggal satu RT dengan lokasi sekolah.

"Pada PPDB 2024 ada perubahan pada jalur zona prioritas bagi siswa SD," kata  Purwosusilo di kutip dari Antara, Senin (27/5).

Ia mengatakan bahwa pada PPDB tahun lalu untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) semua ditetapkan dengan kategori usia.

"Jadi siapapun yang usianya lebih tinggi, maka dialah yang diterima tanpa memprioritaskan zonasi," katanya.

Sehingga, kata Purwo, banyak masyarakat terutama yang rumahnya berdekatan atau satu Rukun Tetangga (RT) dengan sekolah tidak diterima lantaran kalah bersaing pada kriteria usia masuk.

Karena itu, Dinas Pendidikan DKI Jakarta pada PPDB 2024 khususnya jenjang SD melakukan penyempurnaan dengan menambahkan zona prioritas RT.

"Walaupun sebetulnya kami melaksanakan amanah Permendikbud bahwa jenjang SD itu usia. Namun kami sempurnakan dengan mengakomodasi warga yang satu RT dengan SD sehingga bisa masuk sekolah dan sisanya berbasis kelurahan," tuturnya.

Baca Juga: PPDB Jakarta 2024: Pendaftaran Online Dibuka 10 Juni sampai 4 Juli

Purwo yang juga Ketua Panitia PPDB DKI Jakarta 2024 mengatakan selain tingkat SD, masih seperti PPDB tahun 2023 dengan menerapkan sistem zonasi.

Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta Iman Satria mengatakan, rapat kerja hari ini khusus untuk menghadapi PPDB tahun pelajaran 2024.

“Kami ingin dengar persiapan PPDB dan langkah-langkah yang telah diperbaiki. Sehingga nanti tidak ada lagi demo, cerita dari orang tua tentang keseimbangan kuota," katanya.

Dia menjelaskan, untuk menjaga situasi kondusif di ibu kota pada masa PPDB, Komisi E dan Dinas Pendidikan harus bergandengan tangan. Karena itu, mekanisme PPDB tahun ini harus dijelaskan secara tuntas kepada masyarakat.

“Mari kita sama-sama menjaga supaya kita bisa memberikan satu suara mari kita hadapi sama-sama untuk menghadapi PPDB bersama-sama," ujarnya.***

Editor: Riyan Himawan

Sumber: Antara


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah